Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Rumah Bahasa Indonesia

Terjemahan: Apa yang Anda Pikirkan Tentang Deaf Power?

Deaf Power mempromosikan sejarah, bahasa, dan nilai-nilai komunitas Tuli di seluruh dunia. Sebagai kedua bahasa dan simbol, itu akan menyebarkan kebanggaan budaya kami . (Sumber: www.deafpower.me oleh Christine Sun Kim dan Ravi Vasavan). Mengapa saya menulis Deaf Power di blog saya? Saya seorang Tuli dan pengguna bahasa isyarat, saya memiliki banyak pengalaman dan momen tentang identitas Tuli. Menjadi identitas Tuli, saya menghadapi diskriminasi dan rasisme di semua lingkungan dan komunitas. Saya menjadi orang Tuli sejak umur 5 hari setelah kelahiran. Hal pertama adalah pengobatan dan terapi pendegaran. Dokter dan orangtua menginginkan kekurangan saya menjadi orang dengar. Jadi, saya menghabiskan masa kecil saya dengan pengobatan dan pergi ke rumah sakit. Saya hanya sedikit mendapatkan pendidikan dari ibu saya atau keluarga saya. Saya tidak tahu siapa mengajarkan saya seperti itu. Kehidpan pertamaku adalah sangat sedikit kata-kata yang saya didapatkan dalam hidup saya. Saya ...

The 11th Letter: Streotipe Bahasa Isyarat

Sejak Juni 2016, saya bergabung bersama Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia), saya telah melalui banyak hal. Ada sesuatu yang berhasil, ada yang gagal, dan ada juga masih terus berjalan. Kebahagiaan dan kesulitan selalu ada di setiap perjalanan saya sebagai anggota Gerkatin dan juga orang Tuli. Kendala terbesar adalah mis komunikasi. Komunikasi adalah proses interaksi sosial antar manusia untuk memenuhi kebutuhan sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi manusia membutuhkan kontak sosial untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, komunikasi menjadi hal wajib dan paling sering digunakan di kehidupan sehari-hari. Bentuk komunikasi itu beragam dan bervariasi. Ada melalui lisan dan ada melalui digital.  Orang Tuli secara alami berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Bahasa isyarat adalah bahasa dan budaya yang biasa digunakan oleh komunitas Tuli untuk mengekpresikan budaya dan bahasa. Bahasa isyarat tentunya memiliki stereotipe dan stigma terse...

The Fourth Letter: Rasanya Sulit Menjadi Cina di Indonesia

Meski Presiden SBY sudah meresmikan penggantian nama Cina menjadi Tionghoa dan China menjadi Tiongkok, masyarakat Indonesia masih sering menggunakan istilah lama buatan Orba walaupun sebagian besar mulai menggunakan istilah baru dan tetapi ada pula menggunakan istilah asing, yaitu Chinese. Komunitas Tionghoa di Indonesia sendiri berbeda perspektif tentang istilah mereka. Ada memilih Cina, ada juga memilih Tionghoa, dan ada pula bersikap netral, yaitu Chinese. So, itu hanya pilihan mereka. Saya sendiri memilih Tionghoa karena sarat historis dan sebagai mengingat para pahlawan Tionghoa telah berjuang untuk Indonesia di zaman dahulu. Kedatangan orang Tionghoa di Indonesia bertujuan dagang dan melakukan kegiatan perekonomian dengan orang-orang lokal. Orang Tionghoa pun berbaur dengan etnis lain tidak hanya urusan pekerjaan tetapi melebar urusan internal, yaitu pernikahan campuran. Orang Tionghoa telah menyumbangkan sumbangsih besar terhadap orang lokal di Indonesia. Budaya Tionghoa b...

The Second Letter: Lebih Cina Atau Lebih Tionghoa

Pada pukul 17.30, saya pergi ke kampung Ketandan ( 中华村 , zhong hua cun ) untuk menikmati Festival Imlek digelar pada tanggal 2-8 Februaru 2020. Saya telah berkunjung ke Museum Tan Djin Sin g , seorang bupati Yogyakarta pertama berasal dari etnis Tionghoa, food park, pertunjukan, hingga ada beberapa  budaya Tionghoa diperkenalkan lebih luas. Faktanya semua masih merasakan suasana sangat Tionghoa meski tidak banyak berbicara bahasa Mandarin. Ini hanya sedikit cerita yang mengesankan kemarin, sekarang saya mau memulai dari hal dasar yang harus kalian ketahui sebelum menyelami lebih dalam tentang studi ketionghoaan. Kita akan mulai dari "Cina, Tionghoa, dan Tiongkok" berdasarkan berbagai referensi yang sudah ada tetapi diambil dari saya. ------- Istilah "Tionghoa" pertama kali muncul pada zaman pra kemerdekaan Indonesia melalui terbitnya koran Sin Po ( 新报 , xin bao ) . Koran Si n Po merupakan koran terbitan pada tanggal 1 Oktober 1910 oleh komunitas Tiongh...